Pages

Tuesday, December 17, 2019

Sebelum Mendesain Sampel

M. Aswan Zanynu
Peminat Isu Komunikasi


METODOLOGI sampel memberikan petunjuk dalam memilih sekelompok kecil subyek/obyek yang dapat mewakili populasi. Inti dari sampel adalah keterwakilan populasi.

Sebelum melakukan penarikan sampel Eriyanto (2007) menyebutkan beberapa hal yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan sebelum mendesai sampel yaitu tujuan survei, waktu survei, pendekatan, anggaran (budget).

Desain sampel untuk penelitian yang bertujuan eksplorasi, berbeda dengan penelitian deskripsi atau analisis. Penelitian eksplorasi adalah jenis penelitian penjajakan. Dalam penelitian ini tidak ada masalah spesifik yang ingin dicari jawabannya. Dari namanya tergambar bahwa penelitian jenis ini baru memulai memetakan subyek/obyek yang akan diteliti. Penelitian deskripsi tujuannya menggambarkan aspek tertentu dari subyek/obyek penelitian. Sedangkan penelitian analisis lebih mendalam dari dua penelitian sebelumnya. Penelitian ini sudah berupaya untuk mencari atau menguji hubungan antarvaribel atau mencari tahu hal yang melatarbelakangi suatu fenomena. Sampel yang dipilih harus disesuikan dengan tujuan survei.

Setidaknya ada tiga waktu survei: snapshot, panel, dan tracking. Dalam snapshot, penarikan sampel hanya dilakukan sekali waktu. Sedangkan panel, sampel yang dipilih dalam satu rangkaian waktu tertentu. Misalanya, setelah setahun masa kerja presiden, kita ingin meneliti bagaimana menilaian masyarakat atas kinerjanya. Survei serupa kita lakukan lagi saat tahun kedua, ketiga, keempat, dan kelima masa pemerintahannya. Mereka yang dipilih sebagai sampel adalah orang yang sama dari tahun ke tahun. Serupa dengan panel, tracking juga dilakukan dalam kurun waktu tertentu secara terpola. Bedanya, dalam tracking sampel yang diambil tidak harus sama dari waktu ke waktu. Jadi mereka yang disampel pada tahun pertama, belum tentu menjadi sampel di tahun berikutnya.

Sebelum melakukan penarikan sampel, kita juga mesti mempertimbangkan, apakah hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut akan digeneralisasikan atau tidak. Jika ingin digeneralisasikan, maka kita harus memilih metode probabilitas yang memungkinkan semua anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel. Jika tidak ingin menggenaralisasikan hasil survei, kita dapat menggunakan pendekatan non-probabilitas. Dalam pendekatan ini, tidak semua anggota populasi memiliki peluang terpilih menjadi sampel. Mereka dipilih dengan sengaja oleh peneliti dengan pertimbangan ilmiah tertentu.

Terakhir, jangan lupa mempertimbangkan kesesuaian anggaran penelitian dengan metode sampling yang kita pilih. Metode yang menggunakan banyak biaya belum tentu adalah metode yang terbaik. Kualitas penarikan sampel (sekali lagi) terletak pada keandalannya dalam mewakili populasi. ***

No comments:

Post a Comment