Pages

Monday, June 15, 2020

Konsep Dasar Sampel

M. Aswan Zanynu
Peminat Isu Komunikasi


METODOLOGI sampling memberikan petunjuk dalam memilih sekelompok kecil obyek yang dapat mewakili populasi. Inti dari sampel adalah keterwakilan populasi dimana dia berasal. Prosedur sampling mempengaruhi validitas hasil penelitian. Mart John Smith (1988) mengemukakan delapan konsep dasar dalam memahami prosedur sampling: populasi, unit sampling, kerangka sampling, sampel, elemen, unit observasi, statistik dan parameter, dan sampling error.

Wednesday, May 13, 2020

Dramatism and Dramatistic Pentad*

By Kathleen M. German



DRAMATISM, or dramaturgy, is an approach taken to understand the uses of symbols in the social world. This approach is important to communication theory because a primary use of symbols occurs through language. Such a focus on the symbolic uses of language to influence is inherently rhetorical. In addition, dramatism seeks to understand the human world as a symbolic world of drama in which language is a strategic, motivated response to specific situations. As such, language is viewed as a mode of symbolic action rather than a repository of knowledge, and the use of language or other symbols to induce cooperation among human beings is the focus of investigation. To develop the concept of dramatism further, this entry will look at the contributors to and key assumptions of dramatism and its associated method, the dramatistic pentad.

Wednesday, May 6, 2020

Sejarah Film: Dari Bisu ke Suara

M. Aswan Zanynu
Peminat Isu Komunikasi


SEJAK pertama kali dipertontonkan di depan umum pada Desember 1895, semua film hitam-putih dan bisu. Suara dalam film baru diperkenalkan tahun 1920-an. Untuk memberi efek suara pada film, instrumen piano biasanya dimainkan di belakang layar saat sebuah film diputar. Upaya mengisi suara juga dilakukan dengan cara serupa saat film sedang diputar. Beberapa aktor/aktris bersuara di belakang layar menirukan dialog yang muncul dalam film. Eksperimen warna juga baru dimulai pada tahun 1930-an.

Wednesday, April 15, 2020

Sejarah Film: Para Penemu

M. Aswan Zanynu
Peminat Isu Komunikasi


SIAPA sangka, kisah penemuan film berawal dari upaya untuk memenangkan sebuah taruhan. Leland Standford, jutawan kereta api dan peternak kuda, ingin membuktikan bahwa selama berlari, empat kaki kuda melayang di tas tanah secara bersamaan. Ia bertaruh sebesar $25.000. Untuk itu Standford menyewa fotografer Eadweard Muybridge. Pada 1877, mereka membangun sebuah jalur khusus di Palo Alto, California dengan menggunakan 12 kamera di sisi jalur untuk menangkap gambar kuda saat berlari.

Sunday, April 5, 2020

Convergence


by Peyton Paxson (2010)




AT the same time that we are witnessing disaggregation, we are also experiencing convergence. The iPhone or Blackberry that we carry in our pocket is our telephone, camera, texting device, e-mail portal, planner, music playing device, video playing device, and Internet connection. At some airports, our cell phone can also function as our boarding pass.

Monday, March 23, 2020

Bahan Kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kuantitatif



MATERI ini khusus saya dedikasikan buat seluruh mahasiswa saya yang karena kesibukannya tidak dapat hadir di ruang kuliah. Atau mungkin juga bukan karena sibuk sih, tapi eneg saja lihat wajah saya di depan kelas. He3.. but anyway, secara umum, materi ini berisi ringkasan pokok-pokok bahasan yang setidaknya penting untuk diketahui. Saya urut secara kronologis. Di akhir artikel, saya tambahan beberapa buku bacaan yang dapat perkaya wawasan terkait matakuliah ini. Yaaa...siapa tahu saja tiba-tiba terjadi keajaiban, ada yang ingin membaca buku-buku itu. Who knows?! :)

Tuesday, March 10, 2020

Teori Ekologi Media: Era Komunikasi

M. Aswan Zanynu
Peminat Isu Komunikasi


MASIH dalam kaitan media dan peradaban manusia, McLuhan dan Quentin Fiore (1967) menyatakan bahwa media dari sebuah era menentukan esensi dari sebuah masyarakat. Mereka mengemukakan empat era dalam sejarah media yang masing-masing berkaitan dengan mode komunikasi dominan di zaman tersebut. McLuhan lebih jauh menyatakan bahwa media bertindak sebagai perpanjangan indera manusia dari tiap era.